sayang,
jika satu waktu nanti aku hilang darimu,
itu kerana aku lebih menyayangimu..
usah bertanya mengapa,
kerna telah aku nyatakan segalanya kelmarin.
sungguh aku mencintaimu lebih dari segalanya
aku masih seperti kelmarin yang kau kenali
tak ada yang menganti nama teratas
namun tergantung
sepi kupandang dalam rindu menggunung
kekasihku berduri
sayang,
maaf kujunjung
kasih kukucup hiba
mekarnya layu diterik mentari tinggi
biar kutunduk dan berlalu
andai esok tak ada salam
sapa tak bersambut
anggap saja aku mati menelan pahitnya semua ini
meratah duri disepanjang liku
aku rebah, sayang,...
tak kau lihat merah darah yang mengalir
apalagi hanyir rajuk yang membusuk
meski tak kau rela, seperti jua aku
kau paut rebahku kepangku,
itulah nuraniku yang mendakapmu erat
biar jasadku tersemadi dalam lumpur luka dan air mata
tak rela terkambus oleh istana yang runtuh
beriring caci dan nista yang keji
relakanlah...
jangan kau bertanya
tentang cinta dan janji kita
genggamanku tak pernah lerai
rapi kupahat di hati
termampu kubisik rintih pada Tuhan
dalam sendu di hening malam
kuatkan hati yang longlai menongkah derita ini...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)




0 comments:
Post a Comment